Rabu, 20 Februari 2013

NLP @ Work



Para pembaca yang berbahagia.

Kali ini saya akan menulis artikel bagaimana mengaplikasikan NLP dalam Pekerjaan. Artikel ini akan dalam bentuk beberapa seri yang semuanya aplikatif berdasarkan pengalaman saya di organisasi lebih dari 15 tahun.. Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan dan membantu meningkatkan produktifitas dalam pekerjaan anda.

“Alirkan ENERGI anda kearah yang memberDAYAkan”

Pernahkah anda merasakan satu hari di mana anda sangat semangat, motivasi dan produktif? Apapun yang anda kerjakan hari itu beres dan lancar semua. Atau sebaliknya anda pernah merasakan satu hari di mana anda merasa loyo dan malas? Apapun yang anda kerjakan hari itu tidak ada yang beres dan anda merasa stuck tidak tahu harus melakukan apa? Saya yakin ada saja di lingkungan kantor kita ada yang mengalami kedua hal tersebut. Lalu apa perbedaan yang membedakan kedua hal tersebut? Padahal yang dikerjakan sama dari hari ke hari, jumlah dan jenis pekerjaan sama, orang yang menjalankan juga tetap sama. Orang yang sama dengan pekerjaan yang sama, tapi bisa memberikan hasil yang berbeda-beda.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa tetap konsisten produktif? Well, salah satu presuposisi NLP yang menurut saya sangat powerful adalah Energi akan mengalir kemana atensi/perhatian kita menuju/mengarah.
Saat kita hanya memperhatikan satu hal, maka seluruh pikiran dan tubuh kita akan mengarah ke hal tersebut. Perhatian/atensi kita pada satu hal itulah yang disebut dengan Fokus. Saat kita hanya Fokus pada hal yang memberdayakan, maka seluruh energi kita akan mengalir kesitu dan akan memberikan hasil yang mendayaguna bahkan bisa berlipat ganda. Demikian juga sebaliknya, jika kita Fokus pada hal yang tidak memberdayakan, apa yang akan terjadi? Konsep dan cara kerjanya akan sama. Saat kita Fokus pada masalah, yang terjadi adalah masalah kita tidak beres-beres bahkan terkadang masalah yang satu belum selesai datang pula masalah yang lain. Itulah yang orang sering menyebutnya sudah jatuh ketimban tangga pula. Contoh yang sering terjadi ketika seorang sales tidak mencapai target penjualan, dia selalu mempunyai alasan mengapa dia tidak mencapai target, entah itu karena produknya yang kalah bersaing, harga yang terlalu tinggi, atasan yang tidak mendukung dan seribu satu alasan lainnya.  Sementara sales yang lain tetap saja bisa mencapai target, padahal produk yang dijual sama dari perusahaan yang sama. Dalam training, saya selalu mengatakan kepada peserta, jika anda mencari satu alasan, maka anda akan menemukan alasan-alasan lainnya. Karena yang diFokuskan adalah masalah/alasan, ketika kita Fokus pada masalah/alasan, maka secara otomatis kita hanya akan melihat masalah/alasannya. Itulah sebabnya masalah akan terus datang kepada anda dan anda akan terus bertanya kenapa masalah yang tidak anda inginkan datang terus dan terus? Sama halnya saat anda Fokus pada Kesedihan atau Marah-marah? Seluruh energi, pikiran dan tubuh anda akan mengalir kesitu yang membuat anda semakin sedih dan marah, dan ini akan membawa perubahan setiap sel dalam tubuh anda. Jika ini terus menerus terjadi dan menumpuk, maka penyakit pun akan datang. Kekuatan Fokus memang sungguh dashyat, dan jika anda bisa terus menggunakan presuposisi Energi akan mengalir kemana atensi/perhatian kita menuju/mengarah setiap saat di lingkungan kerja anda, kira-kira apa yang akan terjadi?

Semoga Bermanfaat...!!!

Tidak ada komentar :